Entry: Sayang,...tolong dong... Thursday, June 21, 2007
Sayang, tolong dong ambilin ini...ambilin itu...bisa bikinin ini ngga?....hehe...itulah serentetan kalimat yang setahun ni selalu menghiasi percakapanku dan suamiku. Dan akupun menjadi orang yang sangat tidak mandiri. Segalanya ingin dilakukan bersama kalo ngga rasanya ngga lengkap...manja sekali. Tapi diapun sama seperti itu : Neng, tolong dong itu kesiniin, tolong bikinin dong, tolong ambilin. Sama kan. Sama-sama terikat, kehilangan kebebasan. Lalu kenapa mau? Entahlah... Setaun setelah menikah, banyak yang bertanya (terutama mereka-mereka yang akan menikah), gimana rasanya berumah tangga? Kubilang sulit sekali...memang nikmat sih, hidup rasanya lebih lengkap, lebih aman, lebih tentram, tapi membuat tentram itu yang tidak gampang. Menjadi istri yang shalihah itu luar biasa sulitnya...Menerima segala sesuatu dengan lapang hati, dengan keikhlasan, dengan kepala yang tenang bukan suatu yang mudah. Beberapakali, emosi yang tidak stabil, kurangnya kesabaran meletuskan pertengkaran-pertengkaran yang menguras hati dan jiwa, walaupun pertengkaran-pertengkaran itu akhirnya mengeluarkan segala borok dan nanah yang tersimpan, dan menjadikan ikatan menjadi lebih kuat, tetap saja melalauinya merupakan proses penundukan ego yang sangat sulit. Pada akhirnya ungkapan-ungkapan yang lebih sering keluar adalah : Sayang, tolong dong bersabar, tolong dong bersyukur, tolong dong memaafkan. Ketiga kata-kata itu menjadi pemungkas, sekaligus pengingat, bahwa membuat ikatan yang kuat membutuhkan kemauan dan kerendahatian dua orang.