pipitkecil
August 9th
Female
Indonesia
   

<< January 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31

Hanya ada dua cara untuk menjalani hidup ini :
cara pertama adalah menganggap seolah-olah tidak ada keajaiban
cara kedua adalah menganggap segala sesuatu adalah keajaiban



DAN KEHIDUPAN BERJALAN LAKSANA ALIRAN AIR SUNGAI ITU...



Hidupku telah lengkap...lalu kau datang
dan akupun kehilangan sesuatu...
yang kutemukan kembali...ketika kau ada disiku....
(081204)



 


Air untuk semua (STOP PRIVATISASI AIR!!!)



Cinta adalah aku dan kamu, karena tlah kutitipkan cinta dalam genggamanmu, airku mengalir dalam setiap denyut nadimu dan separuh napasmu ada padaku






If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Tuesday, January 15, 2008
Jus rasa buah impor dan nasib buah2 lokal qta

Salah sebuah iklan jus di televisi, mempromosikan produknya sebagai jus yang mampu memberikan cita rasa buah impor yang asli, dan akupun bertanya-tanya, memangnya kenapa dengan buah dalam negeri?
Sungguh ironis, Indonesia merupakan sebuah negara megabiodiversity, artinya Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Bahkan berada dalam peringkat 2 dunia di bawah Brasil. Indonesia kaya akan berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Tapi jika qta belenja buah-buahan dan sayur-sayuran ke supermarket, maka jarang sekali akan kita temukan buah-buahan asli Indonesia. Apel Fiji, jeruk mandarin, durian bangkok, pisang california, pepaya mexico adalah beberapa diantara buah-buahan yangi. dijual di supermarket. Padahal untuk pisang saja, qta mengenal pisang ambon, pisang raja (raja cere dan raja bulu) dan berbagai jenis pisang lainnya. Tapi untuk mencarinya harus di tempat-tempat tertentu (di pasar atau jika di bandung salah satunya adalah di sepanjang jalan cipaganti). Durianpun sama, di supermarket besar sering dijual durian monthong dengan harga murah, padahal jika dari segi rasa, durian lampung atau medan tidak kalah enak, hanya sangat sulit dicari.
Kembali ke jus rasa buah impor, saat ini di mall-mall menjamur kedai-kedai jus, yang sayangnya menggunakan bahan dasar buah2 impor. Alasan yang digunakan oleh para pengusaha kedai ini, adalah harga yang lebih murah, stok yang lebih banyak dan rasa yang lebih sesuai. Padahal kalau berbicara soal harga, buah lokalpun bisa murah jika saja kebijakan pemerintah mendukung dan permintaan pasar banyak. Stok yang adapun melimpah, jika saja jalur distribu buah-buahan ini berjalan dengan baik(tak jarang buah2an sampai membusuk karena distribusi yang tidak lancar), dan soal rasa sebetulnya itu hanya soal kreativitas saja, mungkin para peracik jus itu malas bereksperimen dengan buah-buahan lokal, karena lebih mudah meniru rasa buah-buah impor, seperti jus dalam iklan di TV itu.  
Aku sungguh tidak mengerti dengan pemerintah ini, bahkan ketika menteri pertaniannya dipegang oleh akademisi di bidang pertanian dan Presidennya mendapat gelar doktor dari institut pertanian terbesar dan terbaik di negeri ini, kebijakan di bidang pertanian tidak juga berubah. Bukankah Indonesia adalah negara agraris? Lalu kenapa qta bisa berhadapan dengan masalah ketahanan pangan? Sungguh Aneh.

Posted at 06:10 pm by pipitkecil

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry