Hari itu, hari pertama masuk kuliah Keanekaragaman hayati, aku telat (1 jam lebih), …karena sebelumnya harus sit in kuliah Hukum Lingkungan. Dengan jantung berdebar keras, aku memacu mobil ke kampus sekeloa, lalu bergegas menaiki tangga sambil dalam hati memohon maaf pada bayiku karena ibunya lari2 naik tangga semoga di dalam sana dia ngga papa. Aku benar2 takut masuk kelas, karena yang mengajar sekarang Prof.Erri, salah satu guru besar yang sangat kompeten. Kuketuk pintu pelan-pelan sambil berdoa…fiuuhh untunglah, prof dengan baik hati mengijinkan aku masuk.
Bahasan hari itu sangat menarik, Prof Erri menjelaskan tentang beribu keanekaragaman hayati yang kita miliki, yang sayangnya tidak bias qta manfaatkan secara maksimal. Yang paling menarik…adalah pembahasan tentang pemakaian Beras sebagai makanan pokok, bagaimana revolusi hijau telah memaksa semua rakyat Indonesia untuk mengkonsumsi beras. Padahal aku masih inget ketika SD aku diajarkan bahwa makanan pokok orang Indonesia terdiri dari Beras, Jagung, Sagu, Singkong dan Kentang. Karena alasan yang tidak masuk akal, pemerintah kita memaksakan semua orang memakan beras. Sampai akhirnya timbul pemikiran seolah-olah orang yang tidak makan beras itu miskin, terbelang bahkan kurang manusiawi. Gara-gara pemikiran seperti itu sekarang Indonesia mengalami rawan pangan, alasannya karena beras tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia. Media massa juga memperbesar pemberitaan dengan memperlihatkan di beberapa daerah penduduk mulai memakan singkong untuk mengganti beras, seakan-akan memakan singkong adalah sesuatu yang sangat memprhatinkan. Padahal kalo kita menyadari bahwa makan beras bukanlah sesuatu yang sangat luar biasa. Maka belum tentu krisis pangan terjadi di negara ini, karena masing2 daerah bisa memenuhi makanan pokoknya sendiri. Bukankah orang2 Amerika dan Eropa adalah pemakan Gandum , Jagung dan Kentang. Jadi Kenapa harus Beras?
Posted at 04:13 pm by
pipitkecil